Tampilkan postingan dengan label Gerakan Literasi Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Literasi Sekolah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Juni 2017

Buku Panduan Pemanfaatan Sudut Baca di SD

Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, perpustakaan sekolah merupakan bagian dari sarana dan prasana yang wajib ada untuk menunjang pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Buku Panduan Pemanfaatan Sudut Baca di SD

Pada pasal 23 ayat (1)Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan, setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan.

Standar Nasional perpustakaan tersebut menjadi acuan dalam pendirian, pengelolaan, dan pengembangan perpustakaan yang berlaku sama secara nasional.

Buku Panduan Pemanfaatan Sudut Baca di SD


Perpustakaan sekolah harus dapat melayani peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya (warga sekolah) agar memperoleh kesempatan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan sesuai dengan kurikulum dan pembelajaran yang dilaksanakan.

Perpustakaan sekolah bukan hanya berfungsi sebagai unit kerja yang menyediakan bahan bacaan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, akan tetapi merupakan sumber belajar bagi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekolah yang keberadaannya sebagai bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan sekolah.

Akan tetapi, dalam praktiknya, keberadaan dan layanan perpustakaan sekolah masih kurang diminati oleh peserta didik dan warga sekolah lainnya. Diperlukan upaya yang berkelanjutan dari semua pihak agar dapat meningkatkan minat peserta didik dan warga sekolah untuk mengakses perpustakaan.

baca juga :
> Buku Panduan Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi SD.
> Buku Panduan Pemanfaatan dan Pengembangan Perpustakaan SD.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang.

Salah satu upaya meningkatkan minat dan memperluas akses layanan perpustakaan adalah dengan mengembangkan sudut baca kelas dan area baca sekolah agar dapat lebih mudah dan lebih dekat dengan perserta didik dan warga sekolah lainnya.

Sahabat Dunia Pendidikan, dibawah ini adalah Buku Panduan Pemanfaatan Sudut Baca di SD yang dapat diambil melalui dropbox.

> Buku Panduan Pemanfaatan Sudut Baca di SD.

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Pemanfaatan Sudut Baca di SD, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Jumat, 02 Juni 2017

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif.
Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang

Berdasarkan hal itulah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi
Sekolah (GLS). GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Sahabat Dunia Pendidikan, Keterampilan membaca berperan penting dalam kehidupan kita karena pengetahuan diperoleh melalui membaca. Oleh karena itu, keterampilan ini harus dikuasai peserta didik dengan baik sejak dini.

Dalam Pelaksanaannya GLS melibatkan berbagai pihak di berbagai tingkatan mulai dari pemangku kepentingan di tingkat pusat, daerah, satuan pendidikan sampai masyarakat. Tiap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan GLS memiliki peran masing-masing. Penjelasan mengenai peran masing-masing pemangku kepentingan dijabarkan dalam dokumen Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah.

Di dalam dokumen tersebut juga dijelaskan konsep, definisi, struktur koordinasi, strategi, gambaran umum tahapan kegiatan dalam GLS, serta monitoring dan evaluasi.

Untuk melaksanakan kegiatan GLS, diperlukan suatu panduan (dapat diambil diakhir artikel ini) yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah (2016).

Buku Panduan GLS ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran beserta langkah-langkah operasional pelaksanaan dan beberapa contoh praktis instrumen penyertanya.

Selain Desain Induk, ada juga Panduan Gerakan Literasi Sekolah untuk tiap jenjang pendidikan yang menjelaskan tahap-tahap pelaksanaan GLS dan dapat diambil sesuai dengan jenjang yang tertera dibawah ini :

> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SD.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK.
> Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Lengkap Untuk Semua Jenjang, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS)


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, mengutip perkataan dari Ki Hadjar Dewantara "Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita."
Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

baca juga :
> Beginilah Cara Menata Sarana Literasi Sekolah di SD.
> Strategi Membangun Budaya Literasi Sekolah.
> Parameter sekolah yang telah membangun budaya literasi.

Praktik pendidikan perlu menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran agar semua warganya tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat. Untuk mendukungnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Sahabat Dunia Pendidikan, Sebelum Mengambil buku Saku Gerakan Literasi Sekolah pada akhir artikel ini. Berikut ini penjelasan singkat mengenai Gerakan Literasi Sekolah yang dijabarkan melalui beberapa pertanyaan :

APA GERAKAN LITERASI SEKOLAH?

Gerakan Literasi Sekolah Merupakan Sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Seperti apakah sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang literat ?

Sekolah yang menyenangkan dan ramah anak di mana semua warganya menunjukkan empati, kepedulian, semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan, cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya.

Apa Pelibatan publik ?

Peran serta warga sekolah (guru, kepala sekolah, peserta didik, orang tua, tenaga pendidikan, pengawas sekolah, dan Komite Sekolah) akademisi, dunia usaha dan industri dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Sahabat Dunia Pendidikan Mengenai Gerkan Literasi Sekolah Secara Lengkap, silahkan ambil Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang tertera dibawah ini :

> Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Saku Gerakan Literasi Sekolah (GLS), semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK ini disusun untuk memberikan acuan pokok kepada semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pelaksanaan literasi di SMK.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK

Dengan terbitnya panduan ini, diharapkan memberi kejelasan dan kemudahan semua pihak dalam melaksanakan berbagai perencanaan kegiatan, kerja sama dan memadukan program secara sinergis.

baca juga :
> Beginilah Cara Menata Sarana Literasi Sekolah di SD.
> Strategi Membangun Budaya Literasi Sekolah.
> Parameter sekolah yang telah membangun budaya literasi.

Dengan program yang disusun oleh berbagai pihak diharapkan akan meningkatkan kemampuan literasi peserta didik SMK, yang sekaligus akan meningkatkan perannya dalam kemajuan bangsa Indonesia.

Sahabat Dunia Pendidikan, Pendidikan literasi yang dilakukan di Indonesia, ditengarai belum mengembangkan kemampuan berpikir tinggi, atau HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang meliputi kemampuan analitis, sintesis, evaluatif, kritis, imajinatif, dan kreatif.

Hal ini tergambar bahwa di sekolah, terdapat dikotomi antara belajar membaca (learning to read) dan membaca untuk belajar (reading to learn). Kegiatan membaca belum mendapatkan perhatian yang mendalam, terutama di mata pelajaran non-bahasa. Ketika mempelajari konten mata pelajaran normatif, adaptif dan produktif, guru kurang menggunakan teks materi pelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir tinggi tersebut.

Siswa SMK yang terlahir di era teknologi informasi (digital natives) membaca dan menulis dilakukan dengan cara yang berbeda dari generasi sebelum mereka. Kecakapan ini harus terakomodasi di ruang kelas maupun di lingkungan SMK, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kecakapan kognitif, sosial, bahasa, visual, dan spiritual.

Sahabat Dunia Pendidikan, Ruang lingkup Gerakan Literasi Sekolah di SMK meliputi :
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi).
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMK.
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Desain Induk GLS, menyebutkan bahwa GLS dilaksanakan dalam 3 tahapan seperti disebutkan berikut ini :
  1. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015).
  2. Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.
  3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk lebih jelasnya mengenai Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMK silahkan ambil dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Siswa SMA di Indonesia berkemungkinan mempunyai potensi dan kemampuan yang sangat luar biasa untuk bersaing dengan siswa dari negara yang lebih maju seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan yang dinilai mampu dalam bidang matematika sains, dan membaca. Berdasarkan hasil kajian dan pengalaman empiris diketahui bahwa membaca merupakan salah satu rahasia sukses siswa dari negara maju tersebut.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA

Disadari bahwa kebiasaan membaca siswa SMA belum sepenuhnya tumbuh menjadi budaya. Oleh karena itu, kebiasaan membaca harus ditumbuhkembangkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan di SMA.

baca juga :
> Beginilah Cara Menata Sarana Literasi Sekolah di SD.
> Strategi Membangun Budaya Literasi Sekolah.
> Parameter sekolah yang telah membangun budaya literasi.


Sahabat Dunia Pendidikan, Dalam rangka membudayakan kebiasaan membaca, Direktorat Pembinaan SMA memprogramkan pembinaan peningkatan minat membaca siswa SMA melalui gerakan literasi sekolah.

Pada program tersebut, sekolah bersama dengan pemangku kepentingan lainnya memfasilitasi dan menggerakkan budaya membaca siswa.

Panduan ini (Dapat diambil di akhir artikel ini) merupakan referensi bagi kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk memahami literasi dan menerapkannya di SMA. Substansi dari panduan ini akan terus dikembangkan. Oleh karena itu, saran dan masukan dari warga sekolah dan pemangku kepentingan sangat diperlukan. Semoga panduan ini dapat memberikan inspirasi dan inovasi bagi sekolah untuk melaksanakan program literasi dan menumbuhkembangkan budaya minat baca.

Sahabat Dunia Pendidikan, Panduan ini ditujukan bagi guru sebagai pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikan untuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SMA. Selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi panduan ini guna memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.

Dimanan GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Panduan GLS di SMA ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMA yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMA, meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi);
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMA; dan
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Sahabat Dunia Pendidikan untuk lebih jelasnya mengenai GLS di SMA, Berikut dilampirkan Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA yang dapat diambil dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Literasi Sekolah dalam konteks GLS adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP

GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

baca juga :
> Beginilah Cara Menata Sarana Literasi Sekolah di SD.
> Strategi Membangun Budaya Literasi Sekolah.
> Parameter sekolah yang telah membangun budaya literasi.

Sahabat Dunia Pendidikan, Panduan GLS di SMP (Buku Panduan dapat diambil pada link di akhir artikel) ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SMP yang terbagi menjadi tiga tahap, yakni: pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Ruang lingkup GLS di SMP meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi);
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMP; dan
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Adapun Sasaran GLS ini di tujukan bagi guru sebagai pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikanuntuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SMP. Selain itu, kepala sekolah perlu mengetahui isi panduan ini guna memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.

Tahap-Tahap Gerakan Literasi Sekolah Di Smp :
  1. Penumbuhan minat baca melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015).
  2. Meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.
  3. Meningkatkan kemampuan literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

Sahabat Dunia Pendidikan, Lebih jelasnya silahkan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamin.

Kamis, 01 Juni 2017

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB

Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Gerakan Literasi Sekolah Merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan dalam membudayakan Membaca.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB

Gerakan Literasi Sekolah memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah “kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai”.

baca juga :
> Beginilah Cara Menata Sarana Literasi Sekolah di SD.
> Strategi Membangun Budaya Literasi Sekolah.
> Parameter sekolah yang telah membangun budaya literasi.
> Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Sahabat Dunia Pendidikan, Gerakan literasi di SLB bertujuan untuk menciptakan iklim literasi SLB, yang meliputi:
  1. Lingkungan fisik sekolah (ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi); 
  2. Lingkungan sosial dan afektif (dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SLB, dan 
  3. Lingkungan akademik (adanya program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

Perlu Juga diketahui Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini berisi penjelasan pelaksanaan kegiatan literasi di SLB yang terbagi pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB untuk untuk masing-masing kelainan: 
  1. Tunanetra (A), 
  2. Tunarungu (B), 
  3. Tunagrahita (C), 
  4. Tunadaksa (D), dan
  5. Autism (F).

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk lebih Jelasnya, silahkan kunjungi dan ambil Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB dibawah ini :


Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SLB, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.