Tampilkan postingan dengan label budaya sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya sekolah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2016

Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di sekolah

Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di sekolah


Dunia Pendidikan. Berikut Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di Sekolah :

Kegiatan Wajib

  • Melaksanakan upacara bendera setiap Senin, hari-hari besar, dan pembukaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) untuk jenjang SMP, SMA, SMK, dan sekolah pada jalur pendidikan khusus yang setara. Upacara ini dilakukan komandan dan para petugas upacara dari pengurus OSIS serta kepala sekolah/ wakil bertindak sebagai inspektur upacara. Demi menjaga keberagaman adat dan budaya Nusantara, untuk bentuk upacara ini boleh disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing satuan pendidikan. Misalnya, boleh saja upacara menggunakan pakaian adat, tak melulu mengenakan pakaian seragam.
  • Menyanyikan lagu bernuansa patriotik dan cinta tanah air, baik lagu wajib nasional, lagu daerah maupun lagu-lagu kebangsaan terkini.

Pembiasaan Umum

Mengenalkan beragam keunikan potensi daerah asal siswa melalui berbagai media dan kegiatan positif bagi siswa..

Pembiasaan periodik

Membiasakan perayaan Hari Besar Nasional dengan mengkaji atau mengenalkan pemikiran dan semangat yang melandasinya melalui berbagai media dan aktivitas.


Contoh Pembiasaan Baik

  1. Dalam satu minggu ada hari berbahasa daerah.
  2. dll

Contoh Pembiasaan Lainnya

  1. Menyosialisasikan lagu wajib nasional, lagu daerah, dan/ atau lagu patriotik, seperti Bagimu Negeri, Halo-Halo Bandung, Pancasila Rumah Kita, Kebyar–Kebyar, Bendera, Garuda di Dadaku, dll ke berbagai media sosial dan kegiatan;
  2. Memberi sikap hormat pada saat upacara kenaikan bendera;
  3. Ikut memperingati dan berpartisipasi dalam perayaan hari-hari besar nasional;
  4. Memberi dukungan secara patriotis dan terhormat kepada anak bangsa yang sedang berlaga;
  5. Turut berpartisipasi membangun bangsa lewat kemampuan yang dimiliki;
  6. Memberi apresiasi positif pada budaya daerah lain; dll.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di sekolah, semoga bermanfaat bagi kita semua,..aamiin.

Artikel Pendidikan Karakter Lainnya :

Pengembangan Proses Pembelajaran budaya dan karakter Bangsa


Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa dapat digunakan melalui pendekatan proses belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada anak; dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat. Yang dapat dirinci sebagai berikut : 

1. Pembelajaran di Kelas,

Melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang sedemikian rupa. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu, tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. Meskipun demikian, untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan gemar membaca dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai itu. 

2. Melalui Kegiatan Sekolah,

Melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi di sekolah itu, direncanakan sejak awal tahun pelajaran, dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan seharihari sebagai bagian dari budaya sekolah. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu bertema cinta tanah air, pagelaran seni, lomba pidato bertema budaya dan karakter bangsa, pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa, lomba olah raga antarkelas, lomba kesenian antarkelas, pameran hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa, pameran foto hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa, lomba membuat tulisan, lomba mengarang lagu, melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya dan karakter bangsa, mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi, gelar wicara, atau berceramah yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. selengkapnya

Rabu, 17 Agustus 2016

Penumbuhan Budi Pekerti : Rencana Pembiasaan Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan di Sekolah

Penumbuhan Budi Pekerti : Rencana Pembiasaan Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan di Sekolah


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Dalam kegiatan Penumbuhan budi pekerti Siswa perlu dilakukan perencaan Pembiasaan untuk menumbuhkan budi pekerti pada siswa dan pelaku pendidikan. Pembiasaan ini ada yang harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan tahunan. Juga ada kegiatan wajib dan kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk kegiatan wajib harus dilakukan secara seragam. Namun, untuk yang terakhir pemerintah menyerahkannya ke lingkungan masing-masing. Ini demi menjaga keberagaman laku-laku positif yang ada di Nusantara. berikut contoh Rencana Pembiasaan Penumbuhan Budi Pekerti Untuk Sekolah.



1. Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Moral dan Spritual

Kegiatan Wajib

Sebelum dan Sesudah Pelajaran guru dan peserta didik berdoa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing yang dipimpin seorang peserta didik secara bergantian.

Pembiasaan Umum

Membiasakan menunaikan ibadah bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, baik disekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

Pembiasaan Periodik

Membiasakan perayaan Hari Besar Keagamaan dengan kegiatan sederhana dan khidmat.

Pembiasaan lainnya

  • Santun dalam berbicara dan berperilaku;
  • Berpakaian sopan dan sesuai aturan sekolah;
  • Mengucapkan salam saat masuk kelas;
  • Membaca doa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan keyakinan yang dianut dipimpin siswa secara bergantian dibawah bimbingan guru;
  • Guru menyisipkan pesan moral yang konkret dalam doa bersama sesuai pemahaman peserta didik;
  • Warga Sekolah menunaikan ibadah bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.dll
  • Turut berpartisipasi membangun bangsa lewat kemampuan yang dimiliki;
  • Memberi apresiasi positif pada budaya daerah lain; dll
  • Pembiasaan lainnya yang sesuai dengan daerah masing-masing.
Demikian sahabat pendidikan yang dapat disampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua. aamiin

sumber : Materi Umum Penumbuhan budi pekerti

Senin, 11 Juli 2016

Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Sahabat Pedia Pendidikan yang Berbahagia, Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut ini.
Pendidikan Karakter

1. Program Pengembangan Diri


Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah, yaitu melalui hal-hal berikut.

a. Kegiatan rutin sekolah


Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan (kuku, telinga, rambut, dan lain-lain) setiap hari Senin, beribadah bersama atau shalat bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama Islam), berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman.

b. Kegiatan spontan


Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh.

Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji, misalnya: memperoleh nilai tinggi, menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji.

c. Keteladanan


Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. 

Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan.

d. Pengkondisian


Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. Misalnya, toilet yang selalu bersih, bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur.

2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran


Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus ditempuh melalui cara-cara berikut ini:
  1. Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya;
  2. Menggunakan tabel yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan;
  3. Mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel itu ke dalam silabus;
  4. Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP;
  5. Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; dan
  6. Memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku.

3. Budaya Sekolah


Budaya sekolah cakupannya sangat luas, umumnya mencakup ritual, harapan, hubungan, demografi, kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, proses mengambil keputusan, kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di sekolah. 

Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antaranggota kelompok masyarakat sekolah. 

Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh berbagai aturan, norma, moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.

Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas sekolah.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin

VIDEO MENARIK UNTUK DITONTON
Lagu Kebangsaan Satu Nusa Satu Bangsa Oleh Alif Iskan