Tampilkan postingan dengan label Penumbuhan Budi Pekerti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penumbuhan Budi Pekerti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 September 2016

Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di sekolah

Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di sekolah


Dunia Pendidikan. Berikut Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di Sekolah :

Kegiatan Wajib

  • Melaksanakan upacara bendera setiap Senin, hari-hari besar, dan pembukaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) untuk jenjang SMP, SMA, SMK, dan sekolah pada jalur pendidikan khusus yang setara. Upacara ini dilakukan komandan dan para petugas upacara dari pengurus OSIS serta kepala sekolah/ wakil bertindak sebagai inspektur upacara. Demi menjaga keberagaman adat dan budaya Nusantara, untuk bentuk upacara ini boleh disesuaikan dengan kondisi lokal masing-masing satuan pendidikan. Misalnya, boleh saja upacara menggunakan pakaian adat, tak melulu mengenakan pakaian seragam.
  • Menyanyikan lagu bernuansa patriotik dan cinta tanah air, baik lagu wajib nasional, lagu daerah maupun lagu-lagu kebangsaan terkini.

Pembiasaan Umum

Mengenalkan beragam keunikan potensi daerah asal siswa melalui berbagai media dan kegiatan positif bagi siswa..

Pembiasaan periodik

Membiasakan perayaan Hari Besar Nasional dengan mengkaji atau mengenalkan pemikiran dan semangat yang melandasinya melalui berbagai media dan aktivitas.


Contoh Pembiasaan Baik

  1. Dalam satu minggu ada hari berbahasa daerah.
  2. dll

Contoh Pembiasaan Lainnya

  1. Menyosialisasikan lagu wajib nasional, lagu daerah, dan/ atau lagu patriotik, seperti Bagimu Negeri, Halo-Halo Bandung, Pancasila Rumah Kita, Kebyar–Kebyar, Bendera, Garuda di Dadaku, dll ke berbagai media sosial dan kegiatan;
  2. Memberi sikap hormat pada saat upacara kenaikan bendera;
  3. Ikut memperingati dan berpartisipasi dalam perayaan hari-hari besar nasional;
  4. Memberi dukungan secara patriotis dan terhormat kepada anak bangsa yang sedang berlaga;
  5. Turut berpartisipasi membangun bangsa lewat kemampuan yang dimiliki;
  6. Memberi apresiasi positif pada budaya daerah lain; dll.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di sekolah, semoga bermanfaat bagi kita semua,..aamiin.

Artikel Pendidikan Karakter Lainnya :

Pengembangan Proses Pembelajaran budaya dan karakter Bangsa


Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa dapat digunakan melalui pendekatan proses belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada anak; dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat. Yang dapat dirinci sebagai berikut : 

1. Pembelajaran di Kelas,

Melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang sedemikian rupa. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu, tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. Meskipun demikian, untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras, jujur, toleransi, disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan gemar membaca dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial, peduli lingkungan, rasa ingin tahu, dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai itu. 

2. Melalui Kegiatan Sekolah,

Melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi di sekolah itu, direncanakan sejak awal tahun pelajaran, dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan seharihari sebagai bagian dari budaya sekolah. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu bertema cinta tanah air, pagelaran seni, lomba pidato bertema budaya dan karakter bangsa, pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa, lomba olah raga antarkelas, lomba kesenian antarkelas, pameran hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa, pameran foto hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa, lomba membuat tulisan, lomba mengarang lagu, melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya dan karakter bangsa, mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi, gelar wicara, atau berceramah yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. selengkapnya

Sabtu, 20 Agustus 2016

Yang Terlupakan : Adab Murid Terhadap Guru, Usang tapi baik untuk penumbuhan budi pekerti anak

Yang Terlupakan : Adab Murid Terhadap Guru, Usang tapi baik untuk penumbuhan budi pekerti anak


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, beberapa waktu yang lalu banyak kasus yang mencoreng nama baik pendidikan di Indonesia, maraknya kasus Guru dipenjara atau dilaporkan ke polisi, guru di pukul dan dipermalukan oleh orang Tua murid yang tidak terima dengan cara mendidik guru kepada anaknya. Guru pun semakin tertekan karena kenakalan remaja yang belakangan ini semakin merajalela, sementara wewenang Guru dalam mendidik sekarang sudah dibatasi dengan adanya HAM dan UU perlindungan anak, sehingga hasilnya sudah dapat dipastikan yaitu tidak ada lagi rasa sopan dan segan terhadap guru yang telah mencerdaskan Generasi penerus Bangsa. serta hilangnya Semangat kebangsaan dan nasionalisme anak terhadap bangsa Indonesia, Budi Pekerti dan Disiplin yang semakin menurun.

ADAB SISWA TERHADAP GURU

Sahabat Dunia Pendidikan, Melihat perkembangan jaman sekarang yang semakin materialistis yang membuat orang tua murid disibukkan dengan hal pekerjaan dunia. Pertanyaan disini adalah Apakah Orang Tua Murid Sekarang bisa melakukan dan mendidik anaknya dalam penumbuhan budi pekerti, semangat kebangsaan, Nasionalisme serta disiplin anaknya???

Sahabat Dunia Pendidikan, Dikutip dari Kitab Bidayatul Hidayah, ada beberapa adab murid terhadap gurunya agar mendapat ilmu yang berkah.

adapun adab Murid terhadap guru adalah sebagai berikut ;

  • Apabila ia menemui guru maka hendaklah ia memberi salam kepadanya terlebih dahulu.
  • Jangan Membanyakkan bercakap-cakap dihadapan gurunya.
  • Jangan ia bercakap-cakap sebelum gurunya bertanya kepadanya.
  • Jangan ia bertanya kepada gurunya sebelum ia meminta izin.
  • Jangan ia menunjukkan rasa tidak puas hati terhadap perkataan gurunya.
  • Jangan ia mengisyaratkan kepada gurunya dengan menyalahi pendapatnya.
  • Jangan ia berbisik-bisik dengan orang yang duduk ditepinya ketika gurunya memberikan pelajaran.
  • Jangan ia berpaling kekiri dan kekanan dihadapan gurunya tetapi hendaklah ia menundukkan kepalanya.
  • Jangan ia membanyakkan soalan kepada gurunya ketika letih.
  • Apabila gurunya berdiri hendaklah ia berdiri untuk menghormatinya.
  • Jangan mengikuti gurunya dengan perkataan atau soalan ketika ia bangkit dari majlisnya.
  • Jangan bertanya kepada gurunya ditengah jalan sehingga ia sampai kerumahnya atau ketempat duduknya.
  • Bersangka baik dengan guru.

Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Demikian yang dapat disampaikan mengenai Adab Murid Terhadap Guru, Usang tapi baik untuk penumbuhan budi pekerti anak, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Selanjutnya silakan lihat gambar di bawah ini, klik gambar untuk hasil yang lebih baik. Jangan lupa SHARE / BAGIKAN kepada para siswa agar mereka paham cara memuliakan gurunya.

Rabu, 17 Agustus 2016

Penumbuhan Budi Pekerti : Rencana Pembiasaan Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan di Sekolah

Penumbuhan Budi Pekerti : Rencana Pembiasaan Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan di Sekolah


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Dalam kegiatan Penumbuhan budi pekerti Siswa perlu dilakukan perencaan Pembiasaan untuk menumbuhkan budi pekerti pada siswa dan pelaku pendidikan. Pembiasaan ini ada yang harian, mingguan, bulanan, tengah semester, dan tahunan. Juga ada kegiatan wajib dan kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi daerah.

Sahabat Dunia Pendidikan, Untuk kegiatan wajib harus dilakukan secara seragam. Namun, untuk yang terakhir pemerintah menyerahkannya ke lingkungan masing-masing. Ini demi menjaga keberagaman laku-laku positif yang ada di Nusantara. berikut contoh Rencana Pembiasaan Penumbuhan Budi Pekerti Untuk Sekolah.



1. Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Moral dan Spritual

Kegiatan Wajib

Sebelum dan Sesudah Pelajaran guru dan peserta didik berdoa bersama sesuai dengan keyakinan masing-masing yang dipimpin seorang peserta didik secara bergantian.

Pembiasaan Umum

Membiasakan menunaikan ibadah bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, baik disekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

Pembiasaan Periodik

Membiasakan perayaan Hari Besar Keagamaan dengan kegiatan sederhana dan khidmat.

Pembiasaan lainnya

  • Santun dalam berbicara dan berperilaku;
  • Berpakaian sopan dan sesuai aturan sekolah;
  • Mengucapkan salam saat masuk kelas;
  • Membaca doa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan keyakinan yang dianut dipimpin siswa secara bergantian dibawah bimbingan guru;
  • Guru menyisipkan pesan moral yang konkret dalam doa bersama sesuai pemahaman peserta didik;
  • Warga Sekolah menunaikan ibadah bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.dll
  • Turut berpartisipasi membangun bangsa lewat kemampuan yang dimiliki;
  • Memberi apresiasi positif pada budaya daerah lain; dll
  • Pembiasaan lainnya yang sesuai dengan daerah masing-masing.
Demikian sahabat pendidikan yang dapat disampaikan semoga bermanfaat bagi kita semua. aamiin

sumber : Materi Umum Penumbuhan budi pekerti

Jumat, 22 Juli 2016

Peran Pemangku Kepentingan Dalam Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti

Peran Pemangku Kepentingan Dalam Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti




Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia,  gerak4n penumbuhan Budi Pekerti yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ini masalah kita bersama. Para pemangku kepentingan di sini adalah pemerintah, DPR, lembaga swadaya masyarakat, media, sekolah, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat pada umumnya. Para pemangku kepentingan itu memiliki peran masing-masing. Berikut ini peran mereka: 


Peran Pemangku Kepentingan Dalam Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti
Peran Pemangku


1. PEMERINTAH
  • Merumuskan kebijakan Penumbuhan.
  • Mengoordinasikan pelaksanaan kebijakan Penumbuhan.
  • Menyusun panduan pelaksanaan Penumbuhan dan materi sosialisasi.
  • Mengadakan sosialisasi Penumbuhan.
  • Melaksanakan kerja sama dan pemberdayaan peran masyarakat dalam Penumbuhan.
  • Melaksanakan pemantauan dan evaluasi Penumbuhan.

2. PEMERINTAH PROVINSI
  • Melaksanakan kewenangan desentralisasi kebijakan Penumbuhan.
  • Melakukan koordinasi pelaksanaan Penumbuhan dengan kabupaten/kota.
  • Memasukkan anggaran Penumbuhan dalam APBD Provinsi
  • Merumuskan bimbingan teknis Penumbuhan pada pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
  • Melaksanakan bimbingan teknis Penumbuhan pada pendidikan menengah dan pendidikan khusus.
  • Melaksanakan kerja sama dan pemberdayaan serta masyarakat dalam Penumbuhan.
  • Melaksanakan pemantauan dan evaluasi Penumbuhan.


3. PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA
  • Melaksanakan kewenangan desentralisasi kebijakan Penumbuhan.
  • Melaksanakan kewenangan tugas dekosentrasi kebijakan Penumbuhan pada pendidikan dasar.
  • Memasukkan anggaran Penumbuhan dalam APBD Kabupaten/Kota.
  • Merumuskan kebijakan teknis Penumbuhan pada pendidikan dasar.
  • Melaksanakan bimbingan teknis Penumbuhan pada pendidikan dasar.
  • Melaksanakan kerja sama dan pemberdayaan peran serta masyarakat dalam Penumbuhan pada pendidikan dasar.
  • Melaksanakan pemantauan dan evaluasi Penumbuhan.

4. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT (PUSAT DAN DAERAH)
  • Membantu pengawasan pelaksanaan Penumbuhan sesuai peraturan yang berlaku
  • Mendukung alokasi anggaran untuk pelaksanaan Penumbuhan


5. SEKOLAH (GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN)
  • Menyusun program kerja Penumbuhan dalam Rencana Kerja Sekolah (RKS) sesuai sumber daya dan sumber dana yang tersedia.
  • Menerapkan pembiasaan nilai-nilai Penumbuhan, baik kegiatan wajib, pembiasaan umum maupun pembiasaan periodik di lingkungan sekolah dengan konsep sekolah sebagai taman.
  • Menerapkan pembiasaan nilai-nilai Penumbuhan sebagai kegiatan harian, mingguan, bulanan, tengah tahunan, dan akhir tahunan sesuai dengan kearifan lokal.
  • Menjalin kerja sama yang baik dengan orangtua dan masyarakat dalam Penumbuhan.


6. KELUARGA (ORANGTUA/WALI)
  • Membuat komitmen antara anggota keluarga untuk melaksanakan Penumbuhan.
  • Melaksanakan Penumbuhan di lingkungan keluarga sebagai upaya untuk menanamkan pendidikan sosial dan keluarga agar memperkuat nilai-nilai keharmonisan keluarga.
  • Menerapkan pembiasaan nilai-nilai Penumbuhan di lingkungan rumah, baik dengan kegiatan wajib, pembiasaan umum maupun pembiasaan periodik.
  • Berperan aktif dalam berbagai kegiatan di sekolah, baik intra atau ekstra kurikuler.


7. LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT
  • Membantu menyebarluaskan Penumbuhan melalui serangkaian kegiatan positif
  • Menerapkan prinsip-prinsip Penumbuhan dalam setiap kampanye program


8. MEDIA
  • Memberitakan peristiwa yang sesuai dengan prinsip Penumbuhan
  • Bekerja sama dengan sekolah menerapkan Penumbuhan di wilayah kerja mereka
  • Melakukan sosialisasi Penumbuhan
  • Melakukan inovasi dalam memperkuat Penumbuhan


9. DUNIA USAHA
  • Mengutamakan perekrutan karyawan dengan mengacu pada prinsip Penumbuhan
  • Mengalokasikan dana tanggung jawab sosial perusahaan untuk Penumbuhan
  • Menjalankan bisnis, terutama dalam hal pemasaran, sesuai dengan prinsip Penumbuhan

10. MASYARAKAT UMUM
  • Mendukung pelaksanaan Penumbuhan di dalam dan di luar sekolah.
  • Berperan aktif menciptakan lingkungan yang sesuai prinsip Penumbuhan.
  • Mencegah kegiatan masyarakat yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Penumbuhan.

Demikian Sahabat Dunia Pendidikan  Mengenai Peran Pemangku Kepentingan Dalam Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin

Sumber : Materi Umum Penumbuhan Budi Pekerti

Kamis, 21 Juli 2016

Prinsip Penerapan Penumbuhan Budi Pekerti

Prinsip Penerapan Penumbuhan Budi Pekerti


Sahabat Dunia Pendidikan yang berbahagia, Dalam strategi penerapan Penumbuhan Budi Pekerti, khususnya tentang pelibatan publik, Kemendikbud mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Penumbuhan ini.
Penumbuhan Budi Pekerti

Masyarakat dan keluarga juga memiliki peran saat penerapan Penumbuhan. Pemerintah dan sekolah tak bisa sendirian dalam melakukannya. Namun, dalam menerapkannya perlu prinsip utama. Berikut ini beberapa prinsip utama dalam menerapkan Penumbuhan, baik di sekolah, lingkungan masyarakat, maupun keluarga.
  • Penumbuhan Budi Pekerti mengajak keterlibatan seluruh warga sekolah, bukan hanya menjadikan siswa sebagai sasaran tunggal. Budaya sekolah akan terbentuk dengan kokoh saat seluruh warga sekolah terlibat dan konsisten mendorong dan menjaganya.
  • Setiap siswa terlibat dalam seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam kerangka Penumbuhan. Setiap siswa juga diberi kesempatan untuk secara bergantian memimpin dan mengelola kegiatan-kegiatan yang diadakan. Jiwa kepemimpinan ditumbuhkan dalam diri setiap siswa.
  • Penumbuhan Budi Pekerti tidak seragam secara nasional, namun terbuka pada konteks dan nilai-nilai muatan local dan keragaman model dan metode. Praktik-praktik baik perlu dikumpulkan dan disebarkan antarsekolah agar pembelajaran dapat berjalan lebih cepat.
  • Setiap kegiatan dalam kerangka Penumbuhan Budi Pekerti memiliki tujuan mendalam dan bukan sekadar ritualistik. Penumbuhan berbagai kemampuan dan karakter baik ditumbuhkan melalui pembiasaan terus-menerus. 
  • Penumbuhan Budi Pekerti mendorong pendekatan positif dalam menyelesaikan masalah. Daripada terlalu berfokus hanya pada melarang perbuatan yang tidak baik, sekolah perlu mendorong siswa untuk melakukan perbuatan yang baik sebagai alternatifnya.
  • Penumbuhan Budi Pekerti mendorong sekolah untuk secara sengaja merencanakan kegiatan-kegiatan yang relevan terhadap tumbuh kembang siswa, terutama aspek-aspek yang selama ini terkesampingkan akibat fokus berlebihan pada aspek akademik yang sempit. Siswa perlu mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya secara utuh dan bersiap menghadapi kehidupan nyata dan berkontribusi positif pada masyarakat.
baca juga :
> Rencana Kegiatan Menumbuhkembangkan Nilai-nilai Kebangsaan dan Kebhinekaan di sekolah.
> Rencana Pembiasaan Nilai Kebangsaan dan Kemanusiaan di Sekolah.
> Peran Pemangku Kepentingan Dalam Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti.

Demikianlah yang dapat disampaikan mengenai Prinsip Penerapan Penumbuhan Budi Pekerti, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin

Senin, 11 Juli 2016

Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Sahabat Pedia Pendidikan yang Berbahagia, Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut ini.
Pendidikan Karakter

1. Program Pengembangan Diri


Dalam program pengembangan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah, yaitu melalui hal-hal berikut.

a. Kegiatan rutin sekolah


Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan (kuku, telinga, rambut, dan lain-lain) setiap hari Senin, beribadah bersama atau shalat bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama Islam), berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran, mengucap salam bila bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman.

b. Kegiatan spontan


Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak senonoh.

Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji, misalnya: memperoleh nilai tinggi, menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji.

c. Keteladanan


Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. 

Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya, berpakaian rapi, datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, kasih sayang, perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan.

d. Pengkondisian


Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan. Misalnya, toilet yang selalu bersih, bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan, sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur.

2. Pengintegrasian dalam mata pelajaran


Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus ditempuh melalui cara-cara berikut ini:
  1. Mengkaji Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya;
  2. Menggunakan tabel yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan;
  3. Mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel itu ke dalam silabus;
  4. Mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP;
  5. Mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai; dan
  6. Memberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku.

3. Budaya Sekolah


Budaya sekolah cakupannya sangat luas, umumnya mencakup ritual, harapan, hubungan, demografi, kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, proses mengambil keputusan, kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di sekolah. 

Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan sesamanya, pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antaranggota kelompok masyarakat sekolah. 

Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh berbagai aturan, norma, moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin, kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, dan tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.

Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah, guru, konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas sekolah.

Demikian yang dapat disampaikan mengenai Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin

VIDEO MENARIK UNTUK DITONTON
Lagu Kebangsaan Satu Nusa Satu Bangsa Oleh Alif Iskan